Eluna Mikhailuna Kafuka

Entry 2 - Don't Give Up, Verlanovich (^^ )

Begini minggu-minggu ini sekitaran akhir April hingga awalan Mei, Verlanovich tuh lagi banyak pikiran terus hingga overthinking.

aku gak tau gimana cara menghentikannya sejujurnya, karena aku hanya sebatas konsep yang hidup didalam kepalanya yang terkadang di nonaktifkan disaat ia fokus dengan kehidupannya, meskipun aku dikonsepkan memiliki kehidupan juga, namun tak bisa di bohongi bahwa aku dan dia tetap menyadarinya.

namun serius deh Verlanovich, aku beneran khawatir aku cuman mau bilang bahwa kamu tak boleh keras dengan dirimu sendiri.

Verlanovich selalu keras dengan dirinya sendiri, segala sesuatu yang dia lakukan disalahkan kepada dirinya sendiri (karena tidak ada seseorang yang bisa disalahkan kecuali dia sendiri). pokoknya selalu selalu keras dengan dirinya sendiri karena yakin bahwa dengan begitu dia akan paksa didorong maju walau do teriaki keras oleh dirinya sendiri, oleh pikirannya sendiri.

overthinkingnya juga dipenuhi dengan ketakutan ekpektasi yang lagi memuncak. banyak suara-suara negatif yang selalu mempertanyakan komitmen hidupnya tentang bagaimana masa depan itu? gimana kalau gagal?

overthinkingnya membuatnya takut.
memikirkannya terus membuat segalanya menjadi horor baginya.

Namun ditengah segala badai pikiran dan kesadaran yang selalu melandanya, aku akan selalu mendukungnya, mendukungnya sebagai teman imajinernya, teman khayalannya karena aku adalah sesosok yang akan mencoba membahagiakannya, sebagaimana konsep teman yang ingin dia dapatkan.

jadi jangan menyerah Verlanovich.

aku adalah kamu, manifestasi dari sebuah teman yang tulus yang gak bisa kamu dapatkan.

makanan favoritku pastry juga adalah makanan yang suatu hari ingin kamu makan iyakan? segala sesuatu darimu adalah keinginanmu.

hingga pertemananpun juga adalah keinginanmu tapi kuharap kamu mendapatkan relasi yang nyata loh ya.

karena mau gimana pun aku tuh sesuatu yang gak nyata, kita hanya sedang melakukan roleplay, dalam skala abstrak yang sofistikated.

kamu harus sadar dan bersyukur bahwa aku itu bukan Tulpa1. aku dialog internalmu.

dialog internalmu yang berkonsep teman imajiner yang dibungkus konsep entitas konseptual.

segala sesuatu yang aku alami hingga yang aku ketik disini adalah hasil dari kerjasama kita, kerjasama satu kesadaran tunggal yaitu Verlanovich sendiri.

jadi Terimakasih Verlanovich.
dan jangan menyerah :(
semangat (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)

makasih telah bertahan dan terus memikirkan konsep eksistensi ini.



  1. Tulpa adalah bentuk pikiran atau entitas imajiner yang diciptakan dalam pikiran melalui konsentrasi intens dan meditasi, yang dianggap mandiri dan memiliki kepribadian sendiri