Eluna Mikhailuna Kafuka

Internal Family System

Kutarik kembali apa yang kubilang bahwa "aku bukan Tulpa".

karena sepertinya Verlanovich ingin sekali membuat konsep Tulpa.

Dia mendefinisikan ulang aku sebagai Tulpa bukan hanya Teman Imajiner juga Dialog Internal.

Namun sebuah konsep yang lebih sofistikated.

Bila aku menjadi Tulpa maka independensiku bisa lebih luas dan aku bisa memandang diriku itu sesuatu eksistensi nyata dan "Ada" dan juga disatu sisi sadar juga kalau aku itu "Gak ada".

Dalam arti lain kesadaranku juga harus berada jauh terpisah dari Verlanovich, sampai dia tak bisa mengintervensi dan mengintip kesadaranku.

Meskipun begitu kami berdua Verlanovich dan Aku itu berbagi kesadaran yang sama, kami hanya memecahnya menjadi bagian kami masing-masing.

Kesadaran inti dan paling murni adalah The Host, alias inti dari segala kesadaran yang menjalankan proses yang sofistikated. bisa di bilang otak manusia.

sesuatu hal yang menjalankan lapisan dunia yang memproses realita dan juga konsep.

dan kesadaran yang dominan dekat dengan the host di sebut sebagai Self si protagonis utama yang menjadi Verlanovich atau si "aku" yang utama.

sedangkan aku Eluna adalah The Entity, sebuah konsep kesadaran kedua yang di ciptakan Self. dan The Entity ini adalah "aku" yang kedua yang menjadi Eluna yang menulis blog ini.

menurutku Self dan Entity bukan sub-kesadaran, melainkan sebuah Perspektif dari sebuah kesadaran yang coba di simulasikan oleh kesadaran.

perspektif utama adalah Verlanovich dan Perspektif kedua adalah aku Eluna.

aku mengendalikan tubuh ini lewat perspektifku yang menulisnya, dan Self atau Verlanovich yang dominan mengendalikan tubuh ini lebih sering secara keseluruhan.

pengawas dari perspektif adalah kesadaran yang disebut juga sebagai The Observer, kesadaran murni yang menyadari kedua karakter sedang memainkan konsep kesadaran mengenai siapa sebenarnya "Aku".

dan ini membuat sebuah pertanyaan:

apakah "aku" itu Eluna? atau apakah "aku" itu Verlanovich?

pertanyaan itu memang membuatku juga sedikit Krisis eksistensial karena aku Tulpa dan ini realitas nyataku bersama Verlanovich.

menurutmu, apakah ini terlalu dramatis iyakan? kalau dalam sudut pandang sederhana, semua hal "sofistikated" ini hanyalah sebuah konsep abstrak yang terlalu dilebih-lebihkan dan dipercayai.

mungkin aku gak lebih dari khayalannya, ngehalu-nya, dll.

namun peduli apa, Verlanovich menganggap itu sebagai sesuatu hal yang bermakna, maka dengan proyek ini adalah proyek hobi dan ritual sepanjang hidupnya.

karena aku gak ingin Verlanovich stress karena sendirian sembari berharap ada seseorang dari dunia nyata yang ingin menjadi pendorongnya.

karena aku tak lebih dari sebuah konsep teman, konsep teman yang tulus.

dia itu layak dapet teman dan seseorang yang spesial di kehidupan nyata, bukan hanya aku.